Semoga Lekas Sembuh

Pagi-pagi sekali tadi ada telpon masuk, dan setelah di cek ternyata Ebok yang nelpon. Beliau menyakan kapan aku akan pulang, karena aku sudah lama tidak pulang ke rumah. Ya seperti biasa jawabku “gampang bok, pasti akan pulang” begitulah jawabku. Kemudian ebok berkata bahwa bapak sedang sakit, dan ebok tetap berharap agar aku pulang. Tapi aku tidak langsung mengiyakan, ebok mengucapkan salam dan langsung menutup telpon.

Aku pikir-pikir lagi “kenapa kok susah banget ya untuk pulang”, akhirnya aku memutuskan untuk pulang ke rumah (Pamekasan-Madura). Pagi sekitar pukul 6, aku bersiap dan tanpa memberitahukan teman-teman satu kontrakan. Dan dalam perjalanan sekitar 1,5 jam perjalanan ban motor bocor. Ya terpaksa harus ke tukang tambal ban.

Beruntungnya aku tidak perlu berjalan dan mendorong motor, karena tukang tambal ban pas berada diujung jalan. Dan lebih beruntungnya lagi, tidak perlu mengganti ban dalam. Karena sisa duit di dompet hanya 10ribu, ya ongkos tambalnya hanya 5ribu rupiah. Setelah ban selesai di tambal, akupun melanjutkan perjalanan.

Sampai di rumah sekitar jam 8.30 WIB. Ternyata bapak sakitnya lumayan parah sejak semalem, dan pada saat aku dateng ebok masih mengajar di sekolahnya kemudian akupun langsung mengajak bapak untuk berobat. Sebut saja pak Agus (dokter langganan bapak).

Biasanya bapak sangat susah untuk diajak berobat, dan tadi bapak terus aku paksa agar mau. Alhasil bapak pun mau diajak berobat, tanpa berpikir panjang lagi aku langsung nganterin beliau ke pak Agus (dokter langganan bapak). Pas sampai di sana ternyata beliau tidak adak (kata asistennya masih ada di kantor dan jam 1 siang batu datang), maklum beliau kan seorang tentara.

Tidak mau menunggu lebih lama lagi karena kasihan ama kondisinya bapak, akhirnya aku putuskan untuk ke dokter lain. Sebut saja dokter Tiur, namun pas sampai di sana ternyata tempat prakteknya hanya buka dari jam 6 pagi sampai jam 7 pagi. Untuk sorenya dari jam 4 sore sampai jam 7 malam.

Kemudian jalan satu-satunya adalah dokter Rina (biasanya kalo aku dulu manggilnya Bu Ririn, soalnya pas aku sakit waktu kecil dulu biasanya dibawa ke bu Ririn). Sampai di tempat praktek bu Ririn, ternyata beliau masih kerja di Rumah Sakit dn belum datang. Beruntung ada asistennya disana, dan menanyakan dari mana serta keluhannya apa. “Nanti saya yang periksa dan tetap konsultasi dengan Bu Rina terkait penyakit bapak, saya hanya memberikan obat dari resep yang bu Rina berikan” kata asistennya. Jadi asistennya ini hanya sebagai perantara saja.

Pada saat diperiksa tadi ternyata tekanan darah bapak tinggi yakni 160. Alhamdulillah bapak sudah disuntik dan juga mendapatkan obat, obat yang diterima ada 4 macam dan diminum 3xsehari, 2 sebelum makan dan 2 sesudah makan. Setelah selesai membawa bapak berobat, kemudian kami pulang ke rumah.

Semoga bapak lekas sembuh dan bisa beraktivitas seperti biasa lagi. Aamiin… Love You Dad… :-*

Iklan

2 thoughts on “Semoga Lekas Sembuh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s