Semangat Seorang Nenek

Malam itu di sebuah tempat keramaian kota sebut saja alun-alun kota, terlihat seorang nenek yang sudah tua renta yang sedang berjalan seorang diri dengan membawa kantong besar. Setelah kudekati, mungkin usianya sudah 100an. Namun jangan salah, nenek ini bukan meminta-minta di alun-alun tersebut melainkan mencari botol air mineral dan gelas mineral bekas.

Aku tidak terlalu dalam menanyakan penghasilan yang didapat dari pekerjaan nenek tersebut, yang kutanyakan adalah keluarga daei sang nenek. Nenek tersebut memiliki 3 orang anak, dan ketiganya sudah meninggal dunia semua. Suami sng nenek juga telah meninggal dunia. Beliau tinggal bersama ponakannya, namun nenek tidak mau menyusahkan ponakannya karena nenek mengerti bahwa ponakannya harus menghidupi keluarganya juga. Beliau mencari nafkah sendiri, tanpa meminta-minta.

Bermodalkan keinginan dan semangat yang sangat kuat, sang nenek berjalan seorang diri menempu jarak yang lumayan jauh sekitar 2 km (bayangkan saja nenek berusia 100an tahun berjalan menempuh jarak seperti itu) hanya untuk mencari botol air mineral dan gelas air mineral guna menyambung kehidupannya. Ketika nenek bercerita seperti itu, hatiku merasa tersentuh dan rasanya ingin menangis, betapa sulitnya hidup sang nenek.

Pada saat itu, jam menunjukkan pukul 11 malam dan nenek masih saja mencari nafkah di sana. Setiap malam nenek tersebut menempuh jarak 4 km (bolak-balik dari rumah ponakannya ke alun-alun kota). Jujur aku sendiri lebih suka kepada orang seperti itu daripada seorang pengemis yang bisanya cuma meminta-minta. Kalau nenek ini masih semangat bekerja dengan mencari barang bekas untuk dijual lagi kepada pengepul. Terkadang ada yang memberikan sedikit uang kepada nenek karena merasa prihatin dengan keadaan beliau.

Semoga Allah SWT. senantiasa melindungimu nek, semoga sehat selalu, semoga diberikan umur yang panjang, dan juga semoga diberikan rezeki yang melimpah. Aamiin Ya Rabbal’alamin.

Iklan

2 thoughts on “Semangat Seorang Nenek

  1. ndop berkata:

    Met, jalan kaki jarak 4 kilo itu buatku juga enteng Met. Mungkin beda lagi kalu buat kamu. HAHAHA..

    Btw, kamu iseng banget ya, sampe mewawancara nenek sampe tahu anaknya tiga, dll. Hahaha..

    Tapi sayangnya dulu pas ketemuan, dirimu kok gak berani mewawancaraiku ya? Grogi ya?

    #eh

    • SlameTux berkata:

      Ya bisa dibayangkan aja dengan seusia beliau tetap semangat mencari nafkah, dan memang bagi kita jarak seperti itu cemen. Sedangkan beliau sudah berumur 100an.
      Hahaha belum bisa wawancara waktu itu 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s