Mengabadikan Momen Bersamanya dengan SAMSUNG GALAXY S7

image

Varian Warna SAMSUNG GALAXY S7

Aku menyukai gadis itu. Dia yang mewarnai rambut sebahunya dengan warna kecokelatan dan membiarkannya tergerai indah tertiup angin. Dia yang selalu tertawa ceria walau dia lebih tinggi dari teman-teman sebayanya. Dia yang selalu bisa bergaul dengan teman-temannya walaupun hanya dia seorang yang tak terlihat feminim dan rapuh. Dia yang kucintai adalah orang yang terlihat kuat dan imut di saat bersamaan.

Hari ini sesuai rencanaku 3 bulan lalu, aku akan mengunjunginya. Dia kuliah di tempat berbeda denganku, terpisah jarak dan waktu. Di sinilah aku sekarang, melaju cepat di dalam sebuah kereta api kelas ekonomi, sambil menggenggam sebuah tas kecil berisi kado untuknya. Dia ulang tahun hari ini, dan kado ini sengaja aku siapkan untuknya. Spesial tentu saja. Walaupun aku sendiri tidak yakin apakah kado ini akan menjadi yang spesial baginya.

image

Suasana Galaxy Unpacked 2016


Aku teringat sesuatu. Kemarin sewaktu membelikannya kado, aku juga membeli sebuah smartphone gegara sebelumnya menonton livestream event Galaxy Unpacked 2016. Keluaran terbaru tentu saja. Smartphone ini membuatku harus melakukan pengiritan uang jajan sejak terdengar desas-desus kemunculannya beberapa bulan yang lalu. Dalam waktu singkat aku fokus dengan program dietku agar bisa memilikinya. Dan lihatlah betapa kurusnya aku. Kuharap badan ini tidak akan memengaruhi penampilanku.
image

Body dan Layar SAMSUNG GALAXY S7

Aku membenarkan letak topiku lalu menyalakan smartphone ini. Nada khas suara Samsung terdengar merdu, sangat jernih. Well, smartphone ini jelas yang terbaik. Sambil menunggu layarnya menyala, aku memperhatikan smartphone ini. Untuk ukuran layar 5,1 inci ini tampak seimbang. Lebar namun tidak terlalu besar. Jelas saja, bezel-nya tipis. Juga nyaman dalam genggaman tangan. Tak lama kemudian layarnya pun menampilkan gambar default khas SAMSUNG GALAXY S7.

Smartphone ini benar-benar menampilkan kelebihannya. Jelas layarnya sangat jernih berjenis Super AMOLED Quad HD, dengan kepadatan pixel hingga 577ppi ini tidak perlu dipertanyakan lagi. Juga telah terlindungi oleh Corning Gorilla Glass 4 yang tentu saja anti gores. Body-nya terbalut oleh metal dan glass 3D, sehingga tampak lebih kuat dan premium.

image

Kamera SAMSUNG GALAXY S7

Aku tidak sabar untuk mencoba kameranya. Kamera depan 5 MP dan belakang 12 MP jelas perlu dicoba. Sayang kalau aku sampai melewatkan pemandangan yang asri selama dalam perjalanan, kudekatkan ke jendela di sampingku. Dan kumulai mengabadikan pemandangan di sela perjalanan panjangku. Sempurna, foto yang dihasilkannya jernih dan tidak ada blur yang mengganggu. Aku tau, ini berkat Dual Pixel autofocus yang dimilikinya.

image

Performa SAMSUNG GALAXY S7


Aku langsung menyalakan internetku dan sembari melihat beberapa game baru yang wajib dicoba. Aku ingin mencoba kombinasi dari Andoid 6.0 Marshmallow dengan processor Exynos 8890, seberapa dahsyatkah kombinasi ini jika dipadukan lagi dengan RAM sebesar 4 GB? Maklum di sini bukan kebagian processor Snapdragon 820. Dengan sabar aku menunggu proses instalasi sambil membayangkan apa yang sedang dilakukan gadis yang kucintai itu.

Bagaimana kabarnya? Sehatkah dia? Masihkah dia tersenyum manis dan tertawa ceria seperti dulu? Aku tidak akan pernah bosan jika harus mencintai, memikirkan, atau bahkan merindukannya. Sejujurnya aku ingin selalu berada di dekatnya. Ingin melewati setiap momen dengannya. Akan lebih menyenangkan jika bisa mengabadikan momen itu dalam bingkai foto.

Aku tersenyum sambil terus memandangi pepohonan, rumah, dan rambu-rambu serta kendaraan yang melaju mundur menjauhiku dan kereta api yang kunaiki. Yah, sejujurnya aku tidak benar-benar memperhatikan itu. Karena jelas pikiranku sudah tiba di tempat tujuan. Kota tempat gadisku tinggal untuk menempuh kuliahnya. Dan aku jelas-jelas terhanyut karena tiba-tiba laju kereta mulai turun, hingga akhirnya benar-benar berhenti.

image

Always On SAMSUNG GALAXY S7

Aku melihat sekeliling, sudah sampai. Aku melirik smartphone baruku, pukul 11.11 WIB. Fitur Always On-nya ini benar-benar membantuku yang sungguh tidak peduli dengan yang namanya aksesoris seperti arloji. Topi ini pun aku kenakan karena gadisku menyukai cowok yang mengenakan topi. Dan aku mengenakan topi berwarna cokelat, senada dengan warna rambutnya.

Aku bergegas keluar dari kereta. Setelah keluar dari stasiun, aku memperhatikan angkot-angkot yang berlalu-lalang. Setelah menemukan angkot menuju tempat tinggal gadisku, aku langsung memberikan tanda bahwa aku akan ikut menumpanginya. Sedikit berdesak-desakan dengan penumpang lainnya dengan suhu udara yang mulai pengap dan panas. Tapi bayangan gadisku mengusir semua keluh kesahku. Aku mengirim pesan pada teman gadisku. Namanya Vina. Menanyakan, di mana gadisku berada?

Tak lama kemudian, pesan baru masuk. Gadisku sedang berada di kost Vina. Dan sebentar lagi mereka akan jalan-jalan keliling kota karena hari ini mereka tidak ada jadwal kuliah. Itu tradisi geng gadisku. Jika salah satu dari mereka ulang tahun, maka seharian mereka akan pergi jalan-jalan hingga malam menjelang. Dan yang sedang berulang tahun harus menanggung semua biaya jalan-jalan itu.

Aku lalu berhenti di sebuah perempatan yang sudah aku hafal, karena bukan sekali ini aku datang untuk ‘menguntit’ gadisku. Dan hari ini aku pun akan melakukannya lagi. Tapi aku harus mengisi perutku yang sudah keroncongan. Aku memasuki sebuah rumah makan favoritku di kota ini, dan mengambil tempat duduk yang kosong. Meja di samping kasir ini adalah satu-satunya meja yang kosong. Pengunjung memadati rumah makan ini karena memang waktunya makan siang.

Setelah pelayan mencatat pesananku, aku harus menunggu dengan sabar karena aku baru saja datang dan pengunjung sangat padat. Aku lalu kembali mengeluarkan SAMSUNG GALAXY S7 yang kumiliki. Mataku langsung saja tertegun melihat tanda bahwa smartphone-ku ini menangkap sinyal 4G.

Wah, fitur 4G LTE Cat9 ini memang yang sangat aku tunggu. Ponsel canggih memang beda. Aku langsung saja membuka youtube. Gadisku dan teman gengnya sering meng-upload video di channel khususnya. Mereka bahkan sudah punya banyak subscriber.

Video yang mereka bagikan macam-macam. Kadang hanya tentang kehidupan sehari-hari mereka, kadang memang ada momen khusus seperti ulang tahun misalnya. Dan benar dugaanku, fitur 4G LTE Cat9 benar-benar membuatku bisa menonton video mereka tanpa loading. WOW!! Top banget.

Menonton video ini benar-benar membuatku sabar menunggu pesananku. Tepat setelah aku menyelesaikan streaming video, pesananku datang. Aku lalu meletakkan smartphone-ku dan mulai menyantap makanan yang telah tersaji di dedanku. Tidak butuh waktu lama untuk membuat tumpukan makanan di atas piringku ludes. Setelah menghabiskan minumanku, aku lalu mengirim pesan pada Vina untuk menanyakan di mana posisinya sekarang. Aku harus segera memulai aksi penguntitanku ini.

Tentu saja aku tidak langsung pergi begitu saja, aku menuju ke kasir dan membayarnya. Uang di dompetku ternyata tidak cukup, beruntung di rumah makan ini menyediakan pembayaran menggunakan kartu kredit. Andai saja Samsung Pay sudah bisa digunakan di negara ini, pastilah tidak perlu direpotkan lagi dengan hal semacam ini.

Sembari menunggu balasan dari Vina, aku membuka beberapa game yang telah aku download tadi. Untungnya ada Galaxy Game Pack yang mempermudahku mencari game yang kusuka. Tak lama (sekitar setengah jam yang tidak terasa karena terlalu fokus pada game) kemudian, ada pesan dari Vina.

Aku tidak langsung menghentikan game yang sedang kumainkan karena sedang seru-serunya. Aku hanya tinggal mengecilkan layar game sembari membaca dan membalas sms dari Vina. Well, inilah Game Launcher yang membuatku semakin jatuh cinta pada SAMSUNG GALAXY S7.

Setelah aku berhasil mengalihkan perhatianku dari game yang sedang kumainkan, aku lalu melihat jam di smartphone-ku. Pukul 13.32 WIB dan aku terkejut saat melihat sisa baterai smartphone-ku ini. Mungkin kalau yang dulu pasti sudah menghabiskan lebih dari 50% cadangan baterai.

image

Baterai dan Fast Wireless Charging SAMSUNG GALAXY S7

Tapi kali ini tidak, karena memiliki cadangan baterai yang cukup besar, yakni 3000 mAh. Hanya menghabiskan tepatnya 27% cadangan baterai, tentu saja Wireless Charger-nya tidak kubawa karena dirasa sudah cukup. Dan Liquid Cooling-nya membuat ponsel ini tidak kepanasan, walau sudah sejak tadi aku bermain game. Oke gadisku, aku janji tidak akan menduakanmu walaupun ponsel ini benar-benar memanjakanku.

Aku memasukkannya ke kantong celanaku dan segera melangkahkan kakiku menuju ke tempat gadisku dan gengnya berkumpul. Aku pun memulai aksiku sebagai penguntit. Tidak lupa kaca mata hitam juga melengkapi penyamaranku. Sejujurnya aku hanya akan mengikuti kemanapun mereka pergi.

Ah, akhirnya aku menemukan mereka. Sebenarnya aku melihat Vina melambaikan tangan ke arahku di taman. Namun aku memberikan kode kepadanya, agar tidak memberitahukan keberadaanku kepadanya.

Gadisku dan gengnya, 3 cewek yang tidak kalah cantik, Vina, Olin, dan Erel sedang berada di taman setelah menyelesaikan makan siang mereka. Mereka sedang antre untuk membeli es krim. Setelah ia yakin aku melihatnya, Vina lalu asyik mengobrol lagi. Dia tidak perlu memperdulikanku lagi, karena aku tidak akan kehilangan jejak mereka dan tentu saja aku tidak ingin gadisku curiga.

Saat aku memperhatikan tingkah keempat cewek manis itu, aku terpikirkan sebuah ide. Aku lalu mengeluarkan SAMSUNG GALAXY S7 milikku dan membuka aplikasi kamera. Jepret!! Aku langsung melongo dengan hasil jepretanku. Kombinasi kamera 12MP dan teknologi Dual Pixel autofocus itu benar-benar maha karya untuk aku yang memang tidak terlalu pandai memotret.

Aku berdiri cukup jauh dari mereka, tapi foto mereka tampak jelas walaupun aku menggunakan hanya mengandalkan kamera smartphone. Hasil jepretanku selanjutnya pun sempurna walaupun mereka selalu bergerak. Hasil jepretannya tidak ada yang blur. Bukaan f/1.7 aperture-nya juga jelas membantu dalam mengontrol cahaya agar gambar lebih jelas. Aku sepertinya perlu mencoba kameranya dalam kondisi minim cahaya. Apakah masih sesempurna ini hasilnya? Kurasa smartphone ini sangat bisa diandalkan.
image
image

image

Hasil Foto SAMSUNG GALAXY S7


Cuaca sudah mulai mendingin. Hari sudah menjelang sore. Gadisku dan gengnya tampak memutuskan untuk meninggalkan taman. Sudah pasti mereka akan menuju pantai karena mereka sudah dekat dengan kawasan pantai. Aturan dalam geng mereka untuk acara ulang tahun, hanya boleh berkendara saat berangkat dan pulang. Selebihnya kemana pun mereka pergi, mereka akan berjalan kaki. Aku tentu sudah siap dengan kameraku untuk merekam perjalanan mereka.

Aku menguntit mereka hingga tiba di pantai. Seperti yang aku duga, baik video maupun foto, hasilnya sempurna. Kucoba juga mengabadikannya dengan Motion Panorama, tentu semakin banyak momen yang tertangkap. Selama gadisku belum menyadari keberadaanku, aku akan mengambil gambarnya sebanyak mungkin. Akan aku simpan sebagai obat rindu saat perpisahan tiba, nanti. Tentu saja kami harus menggapai cita-cita kami kemudian mewujudkan impian kami.

Tiba-tiba sebuah pesan masuk. Dari Vina, dia mengatakan akan segera memberitahukan keberadaanku. Aku harus bersiap-siap saat ia memeluk pundak gadisku dan membisikkan sesuatu. Aku langsung mengaktifkan fitur Motion Photo untuk menangkap ekspresinya. Dan benar saja, aku benar-benar mendapatkan ekspresi terkejutnya saat ia menoleh dan menangkap sosokku dengan mata cantiknya itu.

Aku tersenyum dan menghampiri gadisku, dengan santai Olin, Vina, dan Erel meninggalkan kami. Mereka benar-benar mengerti momen saat ini.

“Yuda! Kamu datang! Kirain nggak bisa datang…,” suara gadisku merdu.

“Tentu saja aku datang. Ini kan hari ulang tahunmu. Selamat ulang tahun Nana sayang,” jawabku seraya menyodorkan kado yang telah kupersiapkan sebelumnya.

“Apa ini? Boleh aku buka sekarang?” Tanyanya antusias. Aku langsung menganggukkan kepalaku. Ia lalu duduk di atas hamparan pasir dan aku langsung mengambil posisi di sebelahnya untuk memperhatikan ekspresinya. Dia tampak sangat terkejut bercampur haru setelah melihat isi kadonya.

SAMSUNG GALAXY S7!!! Yuda, aku tidak sedang bermimpi kan? Kamu baik banget. Pasti kamu diet ya untuk membelikanku smartphone ini buatku? Terlihat lebih kurus sekarang, eh kamu pasti punya juga kan? Lihat! Lihat!!” Serunya riang. Aku hanya tertawa. Aku merindukan tawanya. Aku meraih smartphone milikku dan menyerahkan padanya.

Dia lalu berceloteh mengomentari tentang smartphone milikku dan isinya, seakan mau me-review-nya. Aku baru sadar saat ia mengatakan bahwa ternyata aku telah merekam dan memotret begitu banyak momen, tapi herannya smartphone-ku masih tetap prima dengan performanya. Padahal sudah digeber sedemikian rupa saat bermain game dan telah dipenuhi dengan berbagai macam file.

“Memori internalnya 32GB, sayang. Jadi aku bisa puas-puasin merekam kamu sejak aku sampai di sini,” jawabku santai.

Mata cantiknya tampak berbinar. Dia kembali berceloteh. “Kenapa kok tidak memilih yang 64GB saja?” Tanyanya. “Ini saja sudah cukup, lagian kan tinggal ditambah MicroSD hingga 200GB.” Jawabku sambil tersenyum padanya.

“Aku minta minumnya sayang,” kataku. Tenggorokanku mulai terasa kering. Ia menyerahkan botol air yang ia letakkan di sampingnya. Aku menenggaknya. Tenggorokanku langsung diserang rasa segar yang luar biasa nikmatnya.

“Minum dulu, jangan ngoceh terus,” kataku memotong omongannya. Ia menerima botol air yang aku sodorkan. Tapi sepertinya aku terlalu cepat melepasnya, botol yang belum sempat kututup itu langsung tergelincir jatuh dan menumpahkan isinya ke baju gadisku beserta smartphone-ku yang dipegangnya hingga terjatuh ke pasir pantai.

Gadisku langsung menjerit dan melompat berdiri. Dia bukan mengkhawatirkan bajunya, melainkan SAMSUNG GALAXY S7 milikku. Dia bahkan tidak sadar, kemeja putih yang dikenakannya tampak sedikit tembus pandang karena tumpahan air tadi. Nah, sekarang aku malah lebih mengkhawatirkan gadisku dibandingkan smartphone milikku yang tergenang air dan kotor tertempel pasir itu.

“Sshhh… Nana, Nana… Ada tisu nggak?” tanyaku menenangkannya. Sambil menghapus air matanya, dia mengambilkan tisu dari tas kecilnya dan menyerahkannya padaku. Aku lalu mengeringkan smartphone kesayanganku ini. Sedangkan gadisku hanya menatapku sambil berurai air mata.

image

IP68 Tahan Air dan Debu SAMSUNG GALAXY S7

Aku menatapnya lalu mengelus kepalanya. “Tenang saja. SAMSUNG GALAXY S7 sudah mengantongi sertifikat IP68, tentu sudah memiliki teknologi Water and Dust Resistance. Jadi bisa bertahan sampai 30 menit dalam air dengan kedalaman sampai 1,5 meter, Sayang. Udah ya, jangan nangis lagi!” kataku membujuk dan menenangkannya.

Tangisnya malah semakin menjadi, aku memeluknya hingga ia menangis di dadaku. “Aku kira, aku ngerusakin smartphone baru kamu sayang,” ucapnya terbata-bata di sela tangisannya.

Aku tertawa ringan. “Ayo sayang, kita foto dulu yuk. Mumpung kamu lagi nangis. Momen langka ini,” gurauku. Dia langsung menjeritkan penolakannya sembari menyembunyikan wajahnya di dadaku.

Nana mulai lebih tenang. Sembari mengelus-elus kepalanya, aku berkata padanya. “Aku pasti akan merindukan momen berharga seperti ini, pemandangannya yang sangat bagus dan ditemani gadis kesayanganku ini.”

“Kamu kan bisa Yud mengunjungiku pas liburan akhir semester nanti,” mulai menampakkan senyumnya lagi padaku.

“Tentu tidak bisa Nana,” jawabku lemas, “kan kamu tau sendiri kalau aku akhir semester ini harus menyelesaikan skripsiku”.

“Iya juga, aku ada ide agar kita tetap bisa terhubung satu sama lain.” Jawabnya dengan senyum sumringah, “bagaimana kalau kita pakai Gear VR dan Gear 360 saja? Jadi, kita bisa bersama-sama menikmati apa yang sedang kita nikmati meski jarak kita berjauhan.”

image

Gear VR dan Gear 360 SAMSUNG GALAXY S7

“Boleh juga, ide yang sangat bagus. Kan kita sudah sama-sama memiliki SAMSUNG GALAXY S7, jadi bisa sama-sama menggunakan Gear VR dan Gear 360.” pikiranku mulai tenang.

Kenapa tidak terpintas sebelumnya di benakku akan hal itu. Kemudian Nana berkata lagi, “Nanti tinggal aku yang belikan Gear 360-nya, kan Gear VR-nya sudah ada. Aku beli 2, buatku sendiri dan buatmu juga. Anggap saja traktiranku di hari ulang tahunku.” Aku mengiyakannya dan membalas dengan senyuman.

Waktu begitu cepat berlalu. Tidak terasa malam telah menyelimuti, perpisahan tak dapat dipungkiri. Nana dan gengnya menyempatkan diri untuk mengantarkanku ke stasiun. Cahaya lampu yang ada tidak begitu terang dan bahkan redup, namun tidak mengurungkan niatku untuk mengabadikan momen bersama Nana dalam bingkai foto. Beruntung menggunakan SAMSUNG GALAXY S7, sehingga terlihat jelas walau dalam kondisi minim cahaya. Kuucapkan selamat tinggal pada mereka, khususnya Nana.

Langkah kaki menuju gerbong kereta begitu berat, rasanya tidak ingin meninggalkannya. Tapi aku tau kalau ini memang harus terjadi, kedepannya aku hanya akan mengandalkan smartphone terbaik dari Samsung ini dan juga Gear VR plus Gear 360. Sebagai media komunikasi dan hiburanku bersama gadisku.

“Nana, kalau ada yang tidak dimengerti dengan SAMSUNG GALAXY S7 milikmu, jangan lupa ya lihat di website resmi Samsung Indonesia!! Di sana lengkap informasinya.” Teriakku padanya dari dalam gerbong, sebelum akhirnya kereta malam yang aku naiki melaju meninggalkannya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s