Semangat Baru untuk Memulai Tahun yang Baru

Semangat baru untuk memulai tahun yang baru, inilah artikel terakhir yang aku tulis di tahun 2011 ini. Artikel ini sebagai penutup dari artikelku di tahun yang ganjil ini, ini semua untuk memberikan sebuah motivasi serta semangat kepada diriku pribadi dan terhadap para sobat blogger khususnya. Tujuannya adalah agar aku dan para sobat blogger yang lainnya bisa terus dan selalu bersemangat didalam menulis artikel. Dari artikel inilah yang akan bisa membuat perubahan kepada para sobat blogger dan khususnya terhadap aku pribadi untuk selalu bisa eksis di dunia maya, khususnya dunia blog.

Para sobat blogger berbicara mengenai semangat baru untuk memulai tahun yang baru ini sangatlah penting, sebab dengan semangat baru yang sama atau bahkan lebih dari sebelumnya maka itu semua adalah perubahan yang sangat positif sekali bagi kita semua. Dengan semangat yang baru itulah maka perubahan pasti terjadi kepada kita semuanya, entah perubahan didalam mencari ide-ide yang kreatif, perubahan dalam menulis artikel, dan perubahan didalam kebiasaan sehari-hari. Semangat, semangat memang mudah untuk diucapkan, akan tetapi sangat sulit untuk di terapkan didalam menjalani kehidupan ini. Terkadang semangat itu akan luntur dengan sendirinya, dan terkadang pula semangat itu akan tetap menuntun kita menuju kepada perubahan yang positif serta berarti bagi kita semuanya. Ini semua tergantung kepada individu masing-masing, apabila ada kemauan atau keinginan maka pastilah dengan mudahnya bisa mengaplikasikannya atau menerapkannya didalam kehidupan sehari-hari.

Aku hanya ingin berpesan terhadap sobat blogger yang lainnya, tentukan mulai dari sekarang langkah-langkah apa yang harus kita tempuh agar semangat kita tetap terjaga dan tetap bisa menuntun kita didalam kehidupan ini. Banyak hal yang bisa kata lakukan untuk lebih meningkatkan kemampuan yang kita miliki ini, diantaranya adalah dengan semangat. Kita semua pasti butuh seseorang atau siapapun itu untuk terus memotivasi kita agar kita tetap semangat, jadi bagi para sobat blogger jangan henti-hentinya memberikan motivasi dan semangat kepada teman kita yang lain agar mereka bisa terus berkarya. Hal ini sangatlah penting untuk lebih membuat mereka percaya diri akan kemampuannya itu. Tetap semangat, tetap percaya diri, dan tetap terus berkarya. Selamat tinggal 2011 dan selamat datang 2012.

Sumber Gambar :http://www.isalie.co.uk

Iklan

Serah Terima Jabatan (SerTiJab) ITC

Serah Terima Jabatan (SerTiJab) ITC angkatan 2011 ke 2012, yakni merupakan pergantian kepengurusan yang lama kepada pengurus yang baru. Acara Serah Terima Jabatan dilaksanakan di Pelabuhan Timur (PelTim). Aku dan temanku berangkat dari kontrakan sekitar jam 8 lewat. Jadi sampai ditempat acara, ternyata sudah dimulai dan banyak yang sudah datang. Dalam perayaan Serah Terima Jabatan ini, dihadiri oleh kepengurusan dan anggota lama serta kepengurusan anggota baru ITC. Dari sinilah keakraban dan kekeluargaan ITC sangatlah erat.

Acara serah terima jabatan ini dibuka oleh Ketua Umum ITC yang baru yakni Ahmad Khairur Rosyid atau biasa dipanggil dengan Irur. Dia adalah Ketua Umum selanjutnya, yakni periode 2012 sampai 2013. Selanjutnya ada sambutan-sambutan dari KeTum yang lama, yang pertama dari saudara Didin Yustisianto biasa di panggil dengan Didin. Dia adalah Ketua Umum angkatan 2010 sampai 2011. dan selanjutnya dari ketua umum angkatan 2009 sampai 2010, yakni saudara Ahmad Ilham Hariyanto atau biasa dipanggil dengan Ilham. Selesai acara sambutan-sambutan dari masing-masing Ketua Umum per angkatan, acara berikutnya adalah pembacaan serah terima jabatan dari ketua umum sebelumnya ke ketua umum selanjutnya.

Begitu meriahnya acara Serah Terima Jabatan semalam, karena dihadiri kurang lebih sekitar 40 orang. Mulai dari angkatan 2011-2012 hingga angkatan yang baru yakni 2012-2013. Suasana malam dan hembusan angin laut semakin membuat suasana serah terima jabatan ini semakin seru dan semakin hikmat. Banyak sekali saran-saran serta petuah dari ketua umum yang sebelumnya kepada seluruh anggota dan pengurus ITC yang baru. Setelah selesai memberikan nasihat serta petuahnya, kemudian ada acara keakraban untuk saling lebih mengenal antara satu dengan yang lainnya. Setiap anggota memperkenalkan diri masing-masing mulai dari nama, alamat, status OnLine/OffLine dan yang lainnya. Canda tawa mewarnai kecerian dimalam itu, sehingga suasana tidak jenuh dan tidak monoton. Selesai acara keakraban, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan kepengurusan ITC yang baru oleh Saudara Irur (KeTum ITC Baru). Acara terakhir yakni penutupan dari SerTiJab, dan kemudian pulang kerumah masing-masing.

Sumber Gambar dan foto :http://www.ukmf-itc.web.id & Group Facebook ITC

Perjalanan Bersama Kamera Digitalku

Semenjak SMP hingga SMA dan sampai kuliah semester empatan, aku sangat berharap memiliki sebuah kamera digital. Dan akhirnyapun aku memilikinya juga. Bagaimana proses diriku mendapatkan sebuah kamera? Aku mendapatkan sebuah kamera ketika aku disuruh membelinya oleh orangtuaku. Orangtuaku memberikan uang kepadaku dan menyuruhku untuk membeli sebuah kamera digital, karena akan dibuat untuk foto pernikahan Masku. Pada saat waktu libur kuliah, aku mengajak temanku untuk ikut aku membeli KamDig (Kamera Digital). Kamipun langsung menuju ke THR, sesampainya disana akupun bingung mau membeli kamera yang seperti apa. Aku bingung karena banyak sekali kamera digital yang bagus-bagus dijual disana, temanku menyarankanku untuk membeli kamera SONY yang CyberShot, serta lensa merk CarlSeize yang ukurannya sekitar 7,2 Mega Pixel dengan tipe DSC-W110. Tanpa berpikir panjang lagi, akupun tertarik untuk membelinya. Alhasil aku membeli kamera yang telah disebutkan tadi.

Mengabadikan Moment Disetiap Acara

Banyak moment yang telah diabadikan oleh kameraku itu, mulai dari acara dirumah dan dikampu. Sehingga telah banyak hasil dari kameraku itu, ratusan bahkan ribuan foto yang telah tercipta oleh kamera digitalku itu. Sampai-sampai aku dikenal sebagai “PDD Seumur Hidup” (Publikasi Dekorasi dan Dokumentasi) di setiap ada acara atau kegiata. Dikarenakan disetiap acara yang diadakan oleh komunitas ataupun organisasi yang aku ikuti pasti aku menjadi Juru Foto (PDD). Hmm gimana ya, perasaanku senang banget ketika sedang memotret. Kayaknya sudah sangat melekat didalam diriku ini untuk selalu memotret, meskipun hasilnya tidak begitu bagus. Banyak hal yang didapat melalui memotret, diantaranya adalah mengajariku untuk fokus dan peka terhadap suatu objeck, serta bisa mendapatkan moment yang pas dalam waktu secepat mungkin.

Rusaknya Kamera Digitalku

Entah karena sudah terlalu lama atau karena sudah terlalu banyak moment yang telah didapatkan oleh kameraku atau juga karena memang sudah waktunya, akhirnya kamerakupun rusak dan aku lihat kameraku kayaknya pernah jatuh atau bahkan sering. Soalnya ada bekas atau lecet yang tidak bisa dihilangkan di kameraku itu. Aku tidak akan menyakahkan siapapun, toh aku yakin apabila semuanya itu diterima dengan ikhlas dan lapang dada maka semuanya pasti akan kembali kepada diri kita sendiri. Sebelumnya aku tidak menyadari kalau kameraku rusak, karena waktu itu aku motret dengan skala pembesaran objek dibawah 2 hasilnya masih bagus-bagus saja. Akan tetapi setelah skala pembesaran objek dinaikkan lagi menjadi 2 lebih, maka hasil dari jepretan kameraku itu hasilnya bergaris-garis. Pokoknya jelek banget dah, jadi malas diriku untuk memegang dan menggunakan kameraku itu. Sepertinya sudah tidak ada semangat lagi didalam memotret.

Kameraku Diperbaiki

Sudah tidak tahan lagi dengan hasil kameraku yang rusak, akhirnya aku bertanya kepada teman tempat untuk memperbaiki kamera digital atau service camera. Akhirnya temanku memberitahukanku bahwa di THR ada yang bisa memperbaiki kkamera yang rusak, akupun langsung menuju ke sana bersama temanku untuk memperbaikinya. Sesampainya ditempat, akupun menceritakan semuanya gejala-gejala dab kerusakan dari kameraku. Setelah itu, aku langsung menyerahkan kameraku dan membayar uang muka sebesar 100 ribu rupiah. Seminggu kemudian akhirnya aku mendapatkan SMS dari Service Center kameraku itu. Akupun langsung menuju kesana untuk mengambil kameraku, sesampainya disana dan setelah aku check ternyata kameraku belum selesai diperbaiki dan hasilnya masih bergaris-garis putih pada hasil potretan kameraku itu. Padahal orangnya sendiri yang bilang bahwa kameraku sudah selesai diperbaiki. Kejadian ini berulang sampai 3 kali, sehingga membuatku tidak semangat lagi karena terlalu lama aku menunggu kameraku selesai diperbaiki.

Kameraku selesai Diperbaiki & Kembali lagi Kepadaku

Selang satu minggu kemudian aku mendapatkan sms lagi dari tempat aku memperbaiki kamera digitalkua, bahwasanya kameraku sudah selesai diperbaiki dan akupun SMS balik kepada orangnya agar untuk di check kembali apakah benar-benar sudah selesai diperbaiki ataukah belum selesai karena aku tidak ingin kejadian yang telah menimpaku terjadi lagi. Dan pada hari Selasa tanggal 20 Desember 2011 kemarin, akhirnya akupun langsung menuju ke THR bersama dengan temanku dan akupun masih mencoba hasil dari kameraku. Semua aku lakukan hanya untuk memastikan saja apakah benar-benar sudah selesai diperbaiki atau hanya bohong belaka. Ternyata hasilnyapun seperti pada saat pertama aku beli kamera itu, yakni bersih dan tidak ada kotoran serta garis-garis pada hasil jepretan. Setelah selesai melihat kondisi dari kameraku, akhirnya aku melunasi sisa dari ongkos perbaikan kameraku itu yakni 200 ribu. Karena untuk ongkos perbaikan 300 ribu rupiah. Kameraku kemudian diambil olehku dan selanjutnya kami akupun mengucapkan terimakasih serta langsung pulang menuju ke Pulau Madura. Akhirnya kameraku kembali lagi kepadaku.

Sumber Gambar :http://www.goodgearguide.com.au

Hidup Janganlah seperti Nyamuk

Pada artikel sebelumnya, aku sudah membahas kalau “Hidup Bagaikan Semut“, dan kali ini aku membuat judul yang berbeda jauh maknanya yakni “Hidup Janganlah seperti Nyamuk“. Kenapa pula aku kebanyakan menggunakan hewan untuk mendeskripsikan ceritaku ini? karena tujuanku agar lebih mudah dimengerti dan di pahami oleh sobat blogger.

Aku sangat tidak menyukai jikalau seseorang didalam kehidupannya meniru gaya hidup dari nyamuk. Mengapa demikian? karena nyamuk hanya bisa menyakiti dan membuat kebisingan bagi mangsanya (orang), Itulah mengapa nyamuk banyak dibenci orang. Setelah sasaran sudah mulai tidak melakukan aktifitas, maka barulah dia menyerang dan mencari makan. Setelah kenyang, yang terjadi adalah dia hanya menempel lagi di tembok dan pakaian. Seperti orang yang malas, tidak akan bersusah payah untuk mendapatkan sesuatu.

Dari hal-hal seperti yang aku paparkan itulah aku mengajak sobat blogger agar hidup janganlah seperti nyamuk yang bisanya hanya bermalas-malasan dan merugikan orang lain, karena hidup itu bagaikan semut. Jadi janganlah ragu untuk saling membantu dan bergotong-royong antar sesama blogger untuk memperbanyak konten lokal dan konten positif.

Sumber Gambar:http://www.pc3news.com

Hidup Bagaikan Semut

Mengenai judul artikel yang aku buat ini, mengapa aku menulis judul artikel seperti itu? dan mengapa pula hidup ini bagaikan semut? Pasti abnyak pertanyaan yang mengalir dibenak sobat-sobat blogger. Ada beberapa alasan tertentu kenapa aku memilih judul seperti itu, aku mengambil judul seperti itu karena terinspirasi ketika melihat semut-semut yang lagi bergotong-royong dalam mencari makanan. Serta kedisiplinan dan kekompakan dari semut itu sendiri. Memang pada kenyataanya semua orang memang hidup bagaikan semut. Dengan meniru hidup semut kita bisa lebih mengoptimalkan kemampuan yang ada pada diri kita, agar hidup ini lebih baik.

Semut dikenal sebagai hewan yang paling kompak dan suka bergotong-royong. Dengan kekompakan dan semangat gotong-royong itulah semua pekerjaan akan terselesaikan dengan mudah. Ada lagi prinsip dari semut yang dapat kita ambil hikmahnya, yakni sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit. Hal seperti itulah yang seharusnya kita tiru untuk mendapatkan suatu hal atau untuk menghasilkan karya yang nantinya bisa membuat kita merasa bangga dengan apa yang kita lakukan itu. Contoh lain dari kekompakan semut adalah apabila seekor semut sudah menemukan makanan maka dia tidak akan menikmati makanan itu sendirian, dia pasti akan memanggil teman-teman yang lainnya untuk menikmati dan membawa makanan itu bersama-sama agar semuanya bisa menikmatinya. Hal seperti itu dimaksudkan agar kita sebagai manusia tidak boleh tamak akan suatu hal, alangkah lebih baiknya jika kita saling berbagi dengan yang lainnya.

Banyak hal yang didapat dari kehidupan semut, oleh sebab itu aku menulis artikel ini yang berjudul “Hidup Bagaikan Semut“. Ya mudah-mudahan saja artikelku ini bermanfaat bagi sobat blogger yang membacanya, dan bisa bermanfaat pula bagi aku pribadi.

Sumber Gambar: http://www.clker.com

Buanglah Sampah pada Tempatnya

Buanglah sampah pada tempatnya. Hal yang sering diabaikan oleh banyak orang adalah mengenai sampah. Banyak sekali himbauan mengenai sampai, misalnya saja “Jangan membuang sampah sembarangan” atau ada lagi yang sering kita jumpai yakni “Buanglah sampah pada tempatnya“. Kenapa hal ini sulit dilakukan? dan kenapa pula banyak yang belum menyadari akan dampak dari hal tersebut? Hal semacam itulah yang perlu dipertanyakan dan perlu diketahui oleh banyak orang, karena masih banyak orang yang belum menyadari akan pentingnya membuang sampah pada tempatnya.

Semua itu dimulai dari diri kita sendiri. Apabila dari diri kita ini sendiri belum menyadari akan pentingnya membuang sampah pada tempatnya, maka yang terjadi hanyalah sebuah omongan dan sebuah himbauan atau peringatan saja yang tidak ada artinya. Jika kita sendiri telah sadar, maka tidak menutup kemungkinan himbauan-himbauan seperti itu sangatlah berguna dan bermanfaat bagi semua orang. Setelah kita sendiri menyadari hal tersebut, maka kita bisa mengajak orang lain untuk peduli akan kebersihan dengan cara membuang sampah pada tempatnya.

Apabila membuang sampah pada tempatnya itu dijadikan tradisi dan juga rutinitas, maka yang kita perlu lakukan adalah menjaga dan melestarikan tradisi tersebut agar tidak punah. Bayangkan saja apabila tradisi membuang sampah pada tempatnya sudah tidak ada lagi, maka dipastikan tumah, sekolah, kantor, dan lingkungan dimana kita tinggal akan berantakan dan tidak karuan karena banyak sampah dimana-mana dan akan menumbulkan penyakit bagi orang yang menempatinya. Jadi mulai sekarang dibiasakanlah membuang sampah pada tempatnya.

Karapan Sapi Menduniakan Madura

Karapan Sapi menduniakan Madura? Bagaimana bisa Karapan Sapi menduniakan Madura? Pasti banyak sekali pertanyaan dari para sobat blogger dengan Karapan Sapi. Bagi yang belum mengerti apa itu Karapan Sapi, bisa langsung membaca artikel yang aku buat ini. Salah satu cara untuk menduniakan Madura, untuk mengenalkan Madura, dan untuk memperkaya konten positif yang ada di Madura adalah dengan Karapan Sapi.

Karapan Sapi

Karapan Sapi

Karapan Sapi Merupakan Konten Positif

Karapan Sapi menjadi obrolan tentang Madura yang ke dua pada HUT ke 2 Plat-M. Plat-M sengaja mengangkat konten positif tentang Madura, karena ingin menduniakan Madura melalui konten positif yang ada di Madura ini. Salah satunya adalah Karapan Sapi. Mengapa memilih Karapan Sapi? karena Karapan Sapi merupakan salah satu konten positif yang ada di pulau Madura. Madura mulai dari dulu hanya dikenal dengan Carok dan kekerasan orangnya, akan tetapi dari segi yang lainnya misalnya wisata kuliner, tempat wisata, ataupun kebudayaan dan tradisinya Madura kurang dikenal. Nah dari segi inilah aku tertarik untuk mengangkat judul “Karapan Sapi Menduniakan Madura“, agar Madura lebih dikenal oleh masyarakat luas baik didalam maupun diluar negeri.

Silsilah Karapan Sapi

Karapan Sapi disini bukanlah hanya sebuah tradisi yang dilaksanakan secara turun-temurun, melainkan sebuah kebanggaan bagi masyarakat Madura itu sendiri. Sehingga bisa mengangkat derajat dan martabat masyarakat madura. Menurut bapakHidrocin Sabarudin sebagai Budayawan Madura, yakni selaku pemateri di acara HUT ke 2 Plat-M kemarin menyatakan bahwa Karapan Sapi pertama kali diperkenalkan oleh pangeran Katandur yang berasal dari sebuah pulau kecil yang ada di Madura. Pulau tersebut bernama pulau Sapudi, pulau ini terletak di kabupaten Sumenep. Pada awalnya pangeran Katandur hanya ingin menggunakan tenaga sapi untuk membajak sawah, karena tanah sawah yang ada di pulau itu gersang dan tidak subur. Maka dari itulah Pangeran katandur berencana untuk mengolah tanah persawahan tersebut agar bisa dibuat untuk bercocok tanam. Setelah beberapa lama kemudian karena dirasakan manfaat dari penggunaan sapi ini, maka setiap kali panen sukses dan panen melimpah ruah masyarakatpun ikut serta didalam bercocok tanam tersebut dengan bantuan sepasang sapi didalam mengolah tanah aga bisa ditanami.

Awal Mula Karapan Sapi

Setiap kali panen tiba dan banyak sekali masyarakat yang bergembira atas keberhasilan panen mereka, maka diadakanlah lomba balapan sapi disawah yang telah dipanen tersebut. Tujuannya hanya untuk menghibur masyarakat saja. Pada pelaksanaannyapun hanya disawah yang becek dan berlumpur. Pada waktu itu lomba balapan sapi hanya diiringi dengan teriakan dari mulut serta pukulan atau kepakan dari telapak tangan sang pengemudi yang mengarah ke pantat atau bokong sapi. Seiring dengan berjalannya waktu, balapan sapi berganti nama dengan Karapan Sapi.Karapan atau kerapan berasal dari kata kerap atau kirap yang artinya adalah berangkat dan dilepas secara bersamaan dan dalam bahasa arab adalah kirabah yang artinya persahabatan. Nah dari sinilah karapan sapi mulai dikenal dan diketahui oleh masyarakat di Madura.

Karapan Sapi itu Sendiri

Karapan sapi merupakan nama lain dari lomba balapan sapi. Biasanya dalam sepasang sapi yang akan diperlombakan terdapat 2 sapi, yakni sapi sebelah kanan dan sapi sebelah kiri.Untuk yang sebelah kanan biasanya disebut Pangluar, dan untuk yang sebelah kiri biasanya disebut dengan Pangdalam. Karapan sapi itu sendiri adalah lomba mengadu sepasang sapi yang satu dengan yang lainnya menggunakan kaleles. Kaleles adalah tempat atau alat yang digunakan oleh seorang joki karapan sapi untuk menaiki sepasang sapi karapan ini dan untuk menyatukan sapi ini menggunakan pangonong yang dipasang di punggung kedua sapi, sehingga kedua sapi ini bisa menjadi satu dan searah. Pada intinya, kaleles dan pangonong itu tersambung menjadi satu dan kemudian dipasang pada 2 ekor sapi karapan itu.

Untuk jarak dan lintasan dari perlombaan pacuan tradisional ini pada umumnya panjangnya sekitar 100 sampai 150 meter dengan lama pacuan sekitar 10 sampai 15 detik, karena kecepatan dan ketangkasan dari lari sapi itu yang sangat liar. Pelaksanaan karapan sapi biasanya diiringi dengan upacara khusus oleh para pemilik sapi karapan sebelum perlombaannya dimulai. Biasanya sebelum perlombaan berlangsung, setiap pasangan sapi karapan akan diarak mengelilingi arena Karapan Sapi dan diiringi dengan alat musik yang bernama Seronenan (Musik tradisional khas Madura).

Berbagai Macam Karapan Sapi

Dipulau Madura ini terdapat beberapa macam perlombaan Karapan Sapi, diantaranya adalah: Karapan Sapi Kecil atau biasanya sering disebut dengan Karapan Sapi Kene’, Karapan Sapi jenis ini biasanya diadakan di tingkat kecamatan dan pemenang dari lomba tingkat ini bia mengikuti Karapan Sapi Besar. Selanjutnya ada Karapan Sapi Besar atau yang sering disebut Karapan Sapi Raja ataukerap Gubeng, Karapan Sapi jenis ini biasanya juga disebut dengan Karapan Negara dan biasanya diadakan di ibukota kabupaten dan peserta dari Karapan Sapi jenis ini adalah pemenang dari tingkat sebelumnya. Kemudian Karapan Sapi Undangan atau yang sering disebut dengan Karapan Sapi Onjengan, Karapan Sapi Jenis ini diikuti oleh peserta yang diundang, baik dari dalam maupun dari luar kabupaten. Berikutnya adalah Karapan Sapi tingkat Karesidenan, Karapan Sapi jenis ini biasanya diikuti oleh para pemenang dari empat kabupaten yang ada di Pulau Madura. Karapan Sapi ini adalah acara Puncak yang biasanya diadakan dikota Pamekasan untuk mengakhiri musim karapan sapi, disini memperebutkan Piala Presiden. Dan yang terakhir adalah Karapan Sapi Latihan atau yang sering disebut dengan Jher-Ajheren, Karapan Sapi jenis ini biasanya tidak tentu pelaksanaannya dan biasanya diadakan sesuai dengan kesepakatan antar pemiliknya atau sesuai dengan para pelatih sapi Karapan tersebut.

Pihak yang Terlibat dalam Karapan Sapi

Karapan Sapi merupakan salah satu jenis perlombaan yang melibatkan berbagai pihak didalamnya, pihak-pihak yang dimaksud adalah orang yang ikutn mensukseskan Karapan Sapi. Orang-orang yang dimaksud adalah: Ada orang yang mengendalikan Sapi Karapan pada saat perlombaan, biasanya disebut dengan tukang Tongko’. Kedua adalah orang yang menggertak atau berteriak-teriak kepada sapi agar pada saat dilepas maka sapinya akan berlari cepat dan kencang, biasanya disebut dengan tukang Gettak. Selanjutnya orang yang bertugas untuk menarik dan menuntun sapi karapan agar patuh dan mau terhadap perintah pelatih, biasanya disebut dengan tukang Tonja. dan yang terakhir adalah orang-orang yang bertugas sebagai suporter bagi sapi-sapi yang didukungnya, biasanya disebut dengan tukang Gubra.

Tempat dan Pelaksanaan Karapan Sapi

Karapan sapi dimulai dengan upacara sebelum memulai perlombaan, dengan diiringi musik tradisional khas pulau Madura yakni Seronenan. Setelah selesai Upacara, maka saatnyalah perlombaan Karapan Sapi dimulai. Dua pasang sapi dilepas diarena pacuan sapi karapan, sapi-sapi tersebut berpacu dengan kecepatan yang sangat tinggi karena disemangati oleh seorang joki yang menungganginya. Sapi-sapi tersebut melaju sampai garis finish dan tak lupa pula sang joki menghentikan laju dari sapi-sapi yang ditungganginya dengan cara meloncat ke punggung dari sapi tersebut. Tujuannya agar tidak menabrak para penonton yang ada di sekitar garis finish. Sedangkan ditepi arena, dibatasi dengan pagar yang terbuat dari bambu. Para penonton menyaksikan perlombaan ini dari pinggir arena, tepatnya dibalik pagar yang terbuat dari bambu itu. Teriakan dan gemuruh dari para penonton yang menyaksikan disamping arena membuat suasana perlombaan menjadi semakin seru dan meriah. Apalagi ketika sapi karapan telah sampai di garis finish, maka riuh dan gemuruh dari penonton tambah menggubrak arena. Karapan Sapi biasanya diadakan dilapangan terbuka yang terdapat di tiap-tiap kota kabupaten di pulau Madura. Yakni di Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Sampang, Kabupaten Pamekasan, dan Kabupaten Sumenep.

karapan sapi di madura

karapan sapi di madura

Keuntungan dan Nilai Kebudayaan dari Karapan Sapi

Karapan sapi telah menjadi sebuah identitas serta merupakan simbol dari keperkasaan pulau Madura. Dari segi pariwisata, Karapan Sapi merupakan pemasok utama untuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Karena dari sektor inilah para Wisatawan Mancanegara (Luar Negeri) dan Wisatawan Domestik (Dalam Negeri) berkunjung ke pulau Madura untuk menyaksikan kelincahan, keperkasaan, dan kecepatan dari laju sapi karapan itu. Serta sekaligus melihat keberanian, kelihaian, dan kepiawaian dari para joki yang sedang mengendalikan sapi tunggangannya.

Karapan Sapi ini mengandung nilai-nilai yang dapat dijadikan sebagai acuan didalam menjalani kehidupan ini. Banyak sekali nilai-nilai yang dapat diambil didalamnya. Diantaranya adalah nilai kerja keras, dari nilai ini menunjukkan adanya Kerja Keras dari seorang pelatih didalam proses pelatihan sapi karapan sehingga menjadikan sapi kuat dan tangkas. Selanjutnya adalah nilai Kerjasama, dari nilai ini sudah dapat diketahui adanya kerjasama antara peserta lomba dengan para pendukung atau suporter. Berikutnya adalah Nilai persaingan, dari nilai ini sudah dapat diketahui adanya persaingan antar peserta ketika perlombaan sudah dimulai. Masing-masing peserta berusaha agar sapinya dapat menjadi juara atau pemenang. Nilai yang selanjutnya adalah nilai ketertiban, dari nilai ini tidak hanya ditunjukkan oleh para peserta lomba saja, akan tetapi juga para penonton yang menyaksikan perlombaan Karapan Sapi ini. Dan yang terakhir adalah nilai sportivitas, dari nilai ini bukan hanya pada saat perlombaan Karapan Sapi berlangsung akan tetapi pada saat kalahpun harus menerima dengan lapang dada.

Menduniakan Madura melalui Karapan Sapi

Karapan Sapi adalah salah satu konten positif yang bisa menduniakan Madura. Banyak sekali nilai-nilai positif yang dapat diambil dan dapat dibuat pelajaran bagi para sobat blogger yang lainnya. Karapan Sapi merupakan salah satu kebudayaan yang berada di pulau Madura, Provinsi Jawa Timur. Kebudayaan ini perlu dijaga dan dilestarikan agar tidak punah ditelan waktu. Mengapa aku membuat judul “Karapan Sapi Menduniakan Madura”? karena dari kebudayaan inilah mudah-mudahan Madura bisa lebih dikenal dan lebih familiar bagi wisatawan mancanegara maupun wisatawan domestik.

Artikel ini sangatlah pas untuk diikutkan ke dalam lomba semi SEO yang diadakan oleh Plat-M dengan tema “Karapan Sapi“. Ini semua untuk meningkatkan dan memperbanyak konten lokal dan konten positif tentang Madura. Aku mengajak kepada para sobat blogger agar memperbanyak konten lokal dan konten positif, tujuannya adalah agar tulisan kalian tidak sia-sia belaka dan tidak hanya menjadi sampah di dunia maya. Semangat buat Plat-M, Salam BloggerNusantara, dan terimakasih kepada idblogNetwork karena aku XLaluCintaIndonesia.

Sumber Foto: http://www.disnak-jatim.go.id &ded3w.student.umm.ac.id