Hari #2 Telaga Ngebel, Telaga Sarangan, Hingga Cemoro Sewu

Sabtu (23/03/2013), di hari kedua ini kami puas-puasin menikmati keindahan alam Ponorogo, Magetan, dan Karanganyar. Rencana hari kedua ini berwisata ke Telaga Ngebel (Ponorogo), Telaga Sarangan (Magetan), Cemoro Sewu (Magetan), dan ngopi di Lawu (Karanganyar). Untuk kali ini, bukan hanya aku, Stevian, dan Harry saja. Namun ditemani oleh dua Cewek Cantik, yakni Niar dan Ayu.

Memetik Rambutan

Pagi hari setelah melaksanakan shalat subuh, kamu masih berkeliling rumah serta melihat pemandangan disekitarnya. Dan setelah puas menikmati pemandangan yang ada, akhirnya memutuskan untuk menikmati Rambutan yang langsung dipetik dari pohonnya.

Hari #2 Telaga Ngebel, Telaga Sarangan, Hingga Cemoro Sewu

Menikmati keindahan alam sekitar, sambil menunggu matahari terbit.

Hari #2 Telaga Ngebel, Telaga Sarangan, Hingga Cemoro Sewu

Mengambil Rambutan langsung dari Pohonnya.

Hari #2 Telaga Ngebel, Telaga Sarangan, Hingga Cemoro Sewu

Segar banget Rambutannya kalo memetik langsung dari pohonnya.

Puas menikmati Rambutan, akhirnya kami beraiap-siap untuk jalan-jalan. Dan setelah semua persiapan sudah selesai, Ayu (sepupu dari Stevian) menjemput kami, dan setelah itu kami berangkat bareng untuk menjemput Niar. Aku naik motorku sendiri, Stevian boncengan bareng Harry, dan Ayu boncengan bareng Niar. Kami pun berangkat ke tempat tujuan yang pertama yakni Telaga Ngebel di Daerah Ponorogo juga.

Telaga Ngebel

Perjalanan menuju ke Telaga Ngebel ditempuh sekitar 1 jam perjalanan. Sekitar dua puluh menitan lah, perjalanannya kurang menyenangkan. Karena akses jalan yang ditempuh sangat rusak, jadi harus berhati-hati dengan bebatuan dan lubang-lubang yang ada disetiap perjalanan. Dan baru setelah itu suasana berganti, setelah jalan halus beraspal mulai kelihatan. Namun tetap saja gak enak, soalnya penuh dengan tanjakan.

Alhasil setelah sampai di Telaga Ngebel, rasa gundah gulana lenyap begitu saja. Melihat air di Telaga dan pemandangan sekitar hingga apapun yang ada disana bisa membuatku melupakan segalanya (prettt… Lebay banget).

Hari #2 Telaga Ngebel, Telaga Sarangan, Hingga Cemoro Sewu

Diatas merupakan prasasti dari Telaga Ngebel.

Hari #2 Telaga Ngebel, Telaga Sarangan, Hingga Cemoro Sewu

Foto bareng dipinggir Telaga Ngebel

Telaga Sarangan

Setelah puas mengelilingi Telaga Ngebel dan berfoto-foto ria disana, kemudian kami melanjutkan perjalanan kami ke Telaga Sarangan (Magetan). Dengan menempuh waktu 2 jam (dari Telaga Ngebel ke Telaga Sarangan). Selama dalam perjalanan, aku harus pinter-pinter memainkan gigi motor. Agar bisa melalui jalan menuju ke Telaga Sarangan, dikarenakan jalannya lumayan menanjak. Gak jauh berbeda dengan ke tempat sebelumnya. Tapi lebih menanjak yang ini.

Aku harus menggunakan gigi 3, dan 2, terkadang gigi 1 untuk bisa sampai ditempat tujuan. Nah ditempat ini yang lumayan menghabiskan waktu, mulai dari makan, naik speed boat, hingga berbelanja.

Menikmati Sate Kelinci
Hari #2 Telaga Ngebel, Telaga Sarangan, Hingga Cemoro Sewu
Diatas merupakan Sate Kelinci Khas Telaga Sarangan.

Hari #2 Telaga Ngebel, Telaga Sarangan, Hingga Cemoro Sewu
Menikmati Sate Kelinci di Telaga Sarangan.

Speed Boat

Hari #2 Telaga Ngebel, Telaga Sarangan, Hingga Cemoro Sewu

Penyewaan SpeedBoat di Telaga Sarangan.

Penyewaan Kuda

Hari #2 Telaga Ngebel, Telaga Sarangan, Hingga Cemoro Sewu

Di Telaga Sarangan juga menyediakan penyewaan kuda untuk mengelilingi Telaga.

Pusat Belanja
Hari #2 Telaga Ngebel, Telaga Sarangan, Hingga Cemoro Sewu
Pusat Belanja Souvenir di Telaga Sarangan.

Hari #2 Telaga Ngebel, Telaga Sarangan, Hingga Cemoro Sewu

Pusat belanja Sayuran Segar di Telaga Sarangan.

Cemoro Sewu

Setelah puas dengan berpetualang di Telaga Sarangan, kamipun melanjutkan perjalanan menuju ke Cemoro Sewu yang terletak di Magetan. Perbatasan dari Jawa Timur dan Jawa Tengah. Nah waktu berada di Masjid, setelah melaksanakan Shalat. Stevian bilang bahwasanya perjalanan menuju ke Cemoro Sewu gak se ekstrim sebelumnya, katanya sih gak ada tanjakan lagi. Tapi pada kenyataannya ekstrim banget, motorku hanya bisa jalan pake gigi 1.

Tanjakannya serem banget, motorku hanya bisa berjalan 10-20 km/jam. Gak bisa banter, bahkan dikatakan sangat pelan banget. Beda ama yang lainnya yang menggunakan motor matic baru. Di dalam perjalanan, yang lain asik banget tolah-toleh. Aku ya gak berani,soalnya phobia ama ketinggian. Jadi aku fokus dengan yang di depan. Mangkel,gondok, dan marah sih ada. Tapi setelah katanya temen-temen yang lain sampai, aku pun sangat senang dan bangga. Hilang semua rasa yang membebaniku sebelumnya.

Sesampainya di atas, kami pun masih nongkrong di salah satu warung kopi. Ya sembari beristirahat, kami pun masih ngopi-ngopi disana sambil menikmati jagung serta krupuk. Dan tak lupa juga sambil berfoto-foto ria disana bareng temen-temen yang lainnya. Keren banget dah pemandangannya (kata Temen-temen yg lain sih) kalo aku tetep bilang gak soalnya aku takut ama ketinggian.

Hari #2 Telaga Ngebel, Telaga Sarangan, Hingga Cemoro Sewu

Sampai di Karanganyar (Perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah)

Hari #2 Telaga Ngebel, Telaga Sarangan, Hingga Cemoro Sewu

Narsis di Perbatasan.

Hari #2 Telaga Ngebel, Telaga Sarangan, Hingga Cemoro Sewu

Menikmati segelas kopi hangat dan jagung Bakar.

Hari #2 Telaga Ngebel, Telaga Sarangan, Hingga Cemoro Sewu

Nikmatnya Jagung Bakar.

Hari #2 Telaga Ngebel, Telaga Sarangan, Hingga Cemoro Sewu

Batas Akhir.

Hari #2 Telaga Ngebel, Telaga Sarangan, Hingga Cemoro Sewu

Cemoro Sewu (Magetan).

Hari #2 Telaga Ngebel, Telaga Sarangan, Hingga Cemoro Sewu

Foto bareng di Cemoro Sewu.

Hari #2 Telaga Ngebel, Telaga Sarangan, Hingga Cemoro Sewu
Gerbang Masuk Cemoro Sewu.
Hari #2 Telaga Ngebel, Telaga Sarangan, Hingga Cemoro Sewu

Jajanan di Sekitar Jalan Cemoro Sewu.

Antara Hidup dan Mati

Untuk ini memang bener kenyataannya, tadinya sih si Stevian bilangnya gak mau lewat di jalan yang sama untuk pulangnya. Katanya lewat jalan lain yang gak se ekstrim waktu berangkat, tapi kok malah ngelewatin jalan yang sama. Yah sakit banget pokoknya hati dan perasaan, rasanya aku tuh diajak bunuh diri dengan ngelewatin jalan yang sangat menurun. Gak tau dah berapa derajat, pokoknya bikin deg-degkan.

Aku sampai-sampai sesak nafas dan jantung berdebar sangat cepat hingga terasa sakit. Sangat menakutkan banget pada saat perjalanan pulang. Ya semoga kalo ke Ponorogo lagi gak akan diajak kesana. Ya palingan yang hanya suka dengan adegan ekstrim dan yang suka menguji adrenalin pasti sangat suka dengan tempat ini.

Yang paling membuatku senang ya, setelah sampai di Rumah Stevian. Nah ini yang paling aku senang, karena bisa beristirahat.

/a

Iklan

Tidur-pun Pegang Handset

Tidak bisa dipungkiri lagi ya bahwasanya gadget ataupun handset seperti sudah menjadi kebutuhan sehari-hari bagi kita semua. Kayaknya kita akan lebih kuat untuk tidak makan sampai seharian penuh ketimbang tidak pegang gadget satu jam saja. Bagaimana betul gak? Setuju kah? Coba mana yang setuju? Angkat tangannya donk!!! Hallah lebbay banget.

Saking berpengaruhnya gadget terhadap kehidupan kita sehari-hari, mulai dari keperluan bisnis, browsing, hiburan, hingga sekedar update status dan chatting sampai-sampai mimpipun harus ditemani gadget. Bagaimana bisa coba gadget menemaniku didalam mimpi? Mungkin di dalam mimpi sih kita sebenernya gak akan ditemani oleh gadget, namun untuk saat ini bukannya buku atau cerita dongeng yang menemani kita tidur. Akan tetapi gadgetlah yang menemani dan mengantarkan kita tidur.
Baca lebih lanjut

Google Translate Offline

Google Translate Offline | Pasti banyak yang bertanya-tanya mengenai Google Translate Offline? Ya sejak aku mengetahui adanya layanan penerjemah dari Google, yakni Google Translate. Akupun langsung tertarik dengan hal itu. Segalanya dipermudah dengan layanan tersebut, mulai dari menterjemahkan kata-perkata maupun per kalimat, dan juga bisa paragraf. Dan lebih kerennya lagi bisa langsung menterjemahkan website atau blog.

Google Translate Offline

Google Translate Offline | nah dikarenakan layanan Google Translate ini membutuhkan koneksi internet untuk mengaksesnya. Mulai dari versi Website hingga versi Desktop, maka hal ini menjadi sedikit kendala bagi yang tidak memiliki akses internet yang memadai dan atau bahkan gak memiliki akses internet samasekali.

Nah sejak dari itulah aku mulai mencari-cari dan bertanya-tanya. Apakah Google akan menyediakan Google Translate versi Offline? Kayaknya bukan hanya aku saja yang bertanya-tanya seperti itu. Sobat blogger pastinya akan bertanya-tanya seperti itu. Betul gak? Hidih pastinya pada senyam-senyum tuh… 😀

Google Translate Versi Offline Release

27 Maret 2013, akhirnya Google merelease Google Translate Versi Offline. Namun hal ini berlaku bagi pengguna android yang memiliki OS 2.3 atau lebih. Untuk versi dibawah itu belum bisa atau bisa dikatakan tidak kompatible.

Nah bagaimana caranya untuk mengubah Google Translate Online ke versi Offline? Caranya gampang dan cukup mudah, ikuti tata caranya seperti gambar diawah ini:

Google Translate Offline

Sebelum bisa menikmati Google Translate Versi Offline pada android kalian masing-masing, sebelumnya update/perbarui terlwbih dahulu Google Translate para Sobat Blogger dan Onliner. klik Perbarui/update pada gambar yg terteseperti diatas.

Google Translate Offline

Seperti gambar diatas untuk informasi Update dari Google Translate.

Google Translate Offline

Jika sudah di Update, buka Google Translate dan pilih menu. Kemudian pilih Bahasa-bahasa Offline.

Google Translate Offline

Maka akan muncul beberapa pilihan paket bahasa, dan biasanya yang sudah include adalah bahasa inggris seperti gambar diatas.

Google Translate Offline

Misal akan memilih Bahasa Indonesia, tinggal pilih dan akan muncul tampilan akan menggunakan wifi atau tidak. Ya kalo memang ada koneksi wifi mendingan pake wifi saja, soalnya ukuran paket masing-masing bahasa sekitar 100MB dan langsung Klik OK.

Google Translate Offline

Disini dijelaskan bahwasanya paket bahasa diinstall sekali saja dan apabila Google Translate di Uninstall, maka kita harus install paket bahasanya lagi dari awal.

Google Translate Offline

Proses Unduh/Download aplikasi akan berlangsung, lama atau tidakna sesuai dengan kecetan akses internet. Dikarenakan ukuran paket sekitar 100MB.

Google Translate Offline

Setelah proses download/unduh selesai, maka paket Bahasa Indonesia akan ditambahkan secara otomatis. Sehingga sobat Onliner dan Blogger bisa menggunakan Google Translate meskipun gak ada konekai Internet. Dan apabila menginginkan paket bahasa yang lain, ya tinggal diinstall saja paket bahasa yang diinginkan.

Kelebihan Google Translate Offline
Kelebihan dari Google Translate Offline ini ya tentunya kita bisa mengakses layanan ini meskipun kita tidak memiliki akses internet. Atau bisa dibilang “tidak bisa online”, maka Google Translate Offline ini adalah solusi/jalan keluarnya.

Kekurangan Google Translate Offline
Selain memiliki kekrangan, Google Translate Offline juga memiliki kekurangan. Kekurangannya adalah harus terlebih dahulu mengunduh/download paket bahasa yang akan digunakan. Nah setiap paket rata-rata berkapasitas 100MB, jadi ini memakan space penyimpanan juga. Dan selain itu, pada saat download paket bahasa memerluan waktu yang tidak sedikit alias waktu yg lama.

Nah dari kelebihan dan kekurangan diatas, kita akan mendapatkan kamus atau penerjemah dari Google Translate yang sama dengan versi Online. Dan kita bisa mengakses Google Translate meskipun gak ada koneksi internet di Versi Offline ini.

Silahkan dicoba ya sob Google Translate Offline-nya…!!!

Hari #1 Karapan Sapi Hingga ke Kota Reog

Jum’at (22-03-2013), kisah perjalananku bersama teman satu kontrakanku dimulai. Memang sebelumnya kita (teman-teman satu kontrakan) sudah sepakat untuk mengunjungi salah satu rumah teman kami yang ada di Ponorogo. Namanya Stevian, dan dia merupakan satu-satunya orang dari luar Madura yang berada di Kobtrakanku. Dikarekan, aku dan dua orang lainnya adalah Asli Orang Madura. Ya kontrakanku memang hanya diisi empat orang saja, terlalu banyak malah gak enak.

Okey mungkin gak akan banyak membahas mengenai kontrakan ya, yang akan aku bahas sekarang ini adalah proses perjanjian, persetujuan, hingga perjalanan ke Ponorogo. Aku memang dari awal ya berniat untuk berkunjung ke rumah teman kontrakan masing-masing. Ya alhamdulillah kesampaian, dan perjalanan yang pertama adalah menuju ke Rumah Stevian.

Rencana memang empat orang yang aan berangkat termasuk stevian sendiri, namun karena salahsatu dari teman kami ada kepentingan, jadi yang berangkat ke Ponorogo hanya tiga orang saja. Dengan menggunakan dua kendaraan bermotor (sepeda motor), yang satunya Motorku sendiri dan yang satunya menggunakan motor Stevian. Aku sendirian, dan Stevian boncengan bareng teman satu kontrakan yang juga ikut. Sebut saja dia Harry.

Perjalaan dimulai dari Bangkalan – Madura menuju ke Ponorogo. Kami berangkat sekitar jam 16.00 WIB, dengan melewati Jembatan Suramadu. Setelah beberapa jam kemudian, akhirnya kami memutuskan untuk berhenti disalah satu PomBensin yang ada di Mojokerto.

Hari #1 Karapan Sapi Hingga ke Kota Reog

Selesai mengistirahatkan badan sejenak, kami melanjutkan perjalanan lagi. dikarenakan di tempat yang kami singgahi sebelumnya untuk beristirahat gak ada ysng menjual nasi atau yang bisa mengenyangkan perut, kami memutuskan untuk beli makan di Jombang. Di Jombang hanya Numpang foto doank 🙂

Hari #1 Karapan Sapi Hingga ke Kota Reog

Akan tetapi hal tersebut tidak kesampaian, dan al-hasil beli makannya setelah sampai di Madiun. Ya biasa makan Pecel Madiun, tempatnya unik. Coba deh lihat sendiri foto dibawah ini, ini Pickup yang udah di Modifikasi jadi warung. Mungkin biar gampang dibawa kemana-mana.

Hari #1 Karapan Sapi Hingga ke Kota Reog

Bagaimana, kreatif juga kan? dan berikut ini adalah menu makanan yang kami pesan.

Hari #1 Karapan Sapi Hingga ke Kota Reog

Dan setelah itu, kami tidak berhenti dan tidak beristirahat lagi. Melainkan hanya mengisi bensin dan langsung berangkat. Selama perjalanan,rasa dingin yang menusuk kulit sangatlah terasa, serta disaat melalui jalanan yang bergelombang, rasanya bokong seperti dipanggang dan rasanya tuh ekstrim banget.

Kami menempuh kurang lebih 7 sampai 8 jam perjalanan, karena sampai di Rumah Stevian sekitar 23.30 WIB. Maklum kami gak suka ngebut-ngebut 🙂 Sesampainya di Rumah Stevian, kami pun disambut Hangat oleh Ibu dari Stevian. Beliau membuatkan kami Teh hangat, dan memang pas banget untuk mengobati rasa kedinginan kami selama dalam perjalanan.

Sebelum istirahat, kami masih sedikit berbincang-bincang dan setelah itu melaksanakan Shalat Isya’. Kemudian berbincang-bincang lagi. Karena maa sudah tidak kuat dan rasa lelah menyelimuti kami, Akhirnya kami pun mengistirahatkan jiwa dan raga kami di sebuah tempat tidur yang ada di kamar.

Begitu nyenyak dan nikmat tidur disana, aku suka banget dengan suasana disana dan selain itu gak ada yang namanya nyamuk. Salut banget dah aku ama rumahnya Stevian. Ingin aku kesana lagi untuk silaturrahmi dengan Ibunya Stevian, Mbah Putri, dan Mbah Kakung. Seneng banget aku berada disana… Do’akan ya semoga aku bisa kesana lagi, amin.

Ditunggu Tulisan yang Gak Kalah Serunya:

  1. Hari #2 Telaga Ngebel, Telaga Sarangan, Hingga Cemoro Sewu
  2. Hari #3 Lokasi Shuting Negeri 5 Menara Sampai ke Pulau Garam

Feedly Sebagai Pengganti Google Reader

Feedly Sebagai Pengganti Google Reader | Hai sobat Blogger dan sobat Onliner, sudah pada tau kan dengan yang namanya Google Reader? Yuph Google Reader diluncurkan pada tahun 2005 dalam upaya untuk memudahkan orang atau pembaca untuk menemukan dan mengawasi situs Web atau Blog favoritnya.

Google Reader ini digunakan sebagai platform untuk melayani berita dan informasi kepada orang atau pembaca (Baik Blogger dan Onliner yang lainnya) dan masih sangat populer hingga saat ini. Akan tetapi aplikasi ini tidak akan tersedia lagi setelah 1 Juli 2013, dan tentinya kita tidak akan bisa lagi menikmati fasilitas dari Google Reader.

Padahal aplikasi ini cukup populer dikalangan penikmat e-Reader yang haus akan informasi dari sumber yang telah dipilih serta ditentukan sebelumnya. Oleh sebab itu, sangat memberatkan bagi kita semua apabila layanan Reader Online ini ditutup.

Akan tetapi, sobat Blogger dan sobat Onliner tidak perlu khawatir. Kenapa? Memangnya dibatalin penutupannya? Bukan, tapi ada layanan pengganti google reader yang lebih berwarna dan memiliki fungsi yang sama dengan Google Reader. Mau tau kan apa nama layanan tersebut?

Layanan yang sejenis Google Reader adalah Feedly. Feedly bisa dikatakan sebagai pengganti atau alternatif dari Google Reader, dan aplikasi ini bisa dinikmati dalam berbagai platform. Mulai dari versi Desktop, Website, hingga Mobile. Feedly memang memiliki tampilan yang lebih menawan dibandingkan dengan Google Reader.

Feedly Sebagai Pengganti Google Reader

Akan tetapi untuk kecepatan akses lebih cepat Google Reader dibandingkan dengan Feedly, karena Google Reader tampilannya minimalis dan mungkin karena sudah dikembangkan sejak beberapa tahun yang lalu. Sedangkan Feedly bisa dikatakan sebuah layanan baru yang serupa tapi tak sama, jadi harus ada peningkatan lagi dari segi layanan datanya.

Berikut ini adalah tampilan dari Feedly for Android, yang bisa didapatkan secara gratis (harus ada paket data/wifi agar bisa di unduh) dari Play Store.

Feedly Sebagai Pengganti Google Reader

Diatas tampilan awal dari Feedly.

Feedly Sebagai Pengganti Google Reader

Diatas tampilan untuk memulai Login.

Feedly Sebagai Pengganti Google Reader

Diatas tapilan untuk Login ke Akun Google yang akan digunakan.

Feedly Sebagai Pengganti Google Reader

Diatas tampilan ijin akses dari Feedly ke Google Account.

Feedly Sebagai Pengganti Google ReaderDiatas Tampilan setelah berhasil sinkronisasi Feedly dg Google Account.

Feedly Sebagai Pengganti Google Reader Diatas Tampilan kategori dari Feedly, apabila mengklik gambar kaca pembesar di pojok kanan atas (menambahkan website/blog baru).

Feedly Sebagai Pengganti Google Reader Diatas adalah tampilan apabila kita ingin memasukkan url website atau blog, misalnya slametux.blogdetik.com

Feedly Sebagai Pengganti Google Reader Diatas adalah tampilan Kategori yang telah aku Inputkan sebelumnya.

Feedly Sebagai Pengganti Google Reader

Diatas tampilan dari pengaturan di Feedly yang ada dibawah kategori.

Feedly Sebagai Pengganti Google Reader Diatas adalah tampilan salahsatu postingan di kategori SlameTux.

Bagaimana benar kan Feedly Sebagai Pengganti Google Reader? Selamat mencoba ya…!!!

Kamera Canon vs Kamera Nikon (DSLR)

image

Sobat Blogger dan Onliner, serta Para sobat Fotografer pada khususnya. SlameTux mau nanya nih lebih bagus mana ya Kamera Canon vs Nikon (DSLR)? Soalnya kebingungan memilih mana yang lebih bagus, pas, dan cocok untuk pemula seperti aku ini. Nah memang kedua merek tersebut sedang bersaing ketat khususnya di Indonesia, walaupun ada merek lain yang juga patut menjadi perbincangan.
Baca lebih lanjut

Andai saja ada Aplikasi BLOGdetik for Android

Andai Saja ada Aplikasi BLOGdetik for Android | Postingan ini adalah percobaan untuk memberikan semangat kepada BLOGdetik agar membuatkan aplikasi BLOGdetik For Android. Soalnya selama ini lewat browser doank ^__^

Banyak kendala yang diperoleh ketika menggunakan browser di gadget untuk membuka blogdetik, maka dari itu butuh Aplikasi BLOGdetik for Android diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Tampilannya Norak (penuh warna yg gak combine)
  2. Jadul (ya karena faktor pertama)
  3. Ribet dalam pemilihan daftar menu
  4. Gak user friendly
  5. Meskipun sudah ada beberapa menu yang dihilangkan, namun tetap dikatakan sebagai versi website bukan versi mobile. Dikarenakan dari tampilannya yang njlimet dan ribet.
  6. Komentar tidak bisa dibalas, kecuali bagi yg belum di setujui. Namun apabila sudah disetujui, sama saja gak bisa dibales.
  7. Menyita banyak waktu, jelas ya karena harus membuka browser untuk masuk ke blogdetik.
  8. Susah dalam memasukkan gambar/foto kedalam postingan (via HP).
  9. Tidak bisa dijadikan Offline Mode.

Nah dari beberapa pemaparan diatas, sudah sangat jelas ya bahwasanya memang dibutuhkan aplikasi BLOGdetik yang handal yang bisa dijalankan di Android khususnya.

Mungkin Sobat Blogger dan sobat onliner tau kan apa yang aku maksud? Begini sebagai salah satu contoh saja ya aplikasi WordPress dan Blogspot. Sudah tau kan dengan yang namanya WordPress dan Blogspot? Nah kedua CMS ini sudah memiliki aplikasi yang dikhususkan untuk gadget, misalnya saja untuk platform android, apple, windows phone, dan blackberry. Aku berharap sih Blogdetik juga bisa membuat dan memilikinya, semisal untuk android sajalah terlebih dahulu.

Soalnya banyak banget kelebihan yang ditawarkan oleh aplikasi instan seperti WordPress dan Blogspot tersebut, beberapa waktu yang lalu sih aku sempat menCapture wordpress yang untuk versi Android. Seperti dibawah inilah WordPress untuk Android:

BLOGdetik for Android Diatas merupakan Gambar Icon wordpress untuk android (disamping kanan detikcom)

BLOGdetik for AndroidDiatas adalah tampilan WordPress setelah icon wordpress di klik, tinggal start new blog.

BLOGdetik for Android

Diatas adalah tampilan awal ketika sudah masuk ke akun wordpressnya.

BLOGdetik for Android

Diatas merupakan tampilan ketika membuat postingan baru, konten tulisan, tag & kategori sudah tersedia tinggal diisi dan dipilih.

BLOGdetik for Android

Diatas merupakan tampilan ketika membuat postingan baru, simple menunya hanya B, I, U, dst.

BLOGdetik for Android

Diataa tampilan pada saat mengisi Tag, hanya dipisahkan dengan tanda koma dan spasi

BLOGdetik for AndroidDiatas adalah tampilan ketika menambah dan memilih kategori tulisan yang sesuai.

BLOGdetik for Android

Diatas merupakan tampilan dari status postingan yang belum diganti atau belum dirubah.

BLOGdetik for Android Diatas merupakan tampilan pada saat memilih status, untuk contohnya yang dipilih adalah draft.

BLOGdetik for Android diatas bisa memilih untuk status draft dan publish immediately serta post format

BLOGdetik for Android Diatas merupakan postingan sebelum draft disimpan.

BLOGdetik for Android diatas muncul draft yang telah disimpan.

Mungkin itulah sedikit harapan dari seorang pengguna BLOGdetik, semoga nantinya dan bahkan secepatnya ada Aplikasi BLOGdetik for Android. Terima Kasih 🙂