Menikmati Hujan Turun di Bulan Oktober

image

Beberapa hari yang lalu ketika melakukan Touring (Perjalanan menggunakan sepeda motor) dari Pamekasan menuju ke Bangkalan, tiba-tiba langkah sepeda motorku harus berhenti sejenak. Kala itu sang mentari tidak sanggup untuk menyinari bumi. Awan gelap menutupi cahaya matahari, anginpun berhembus tak berarah.

Posisiku pada saat itu berada di desa Tanah Merah – Bangkalan. Hanya kurang dari 30 menit saja perjalananku akan sampai di Bangkalan kota. Namun tuhan berkata lain, rintik hujanpun satu-persatu turun ke permukaan bumi. Mengharuskan Sapi untuk menepi, beberapa saat kemudian hujan lebatpun menghampiri. Tak kuasa aku menjelajahi basahnya jalanan panjang yang berliku.

Gubuk tuapun menjadi saksi pemberhentianku saat itu, ditemani sahabat setiaku yang selalu menemaniku kemanapun aku pergi. Kuhampiri kursi yang terbuat dari bambu, hingga akhirnya aku duduki. Sembari melihat awan kelam jauh di atas sana, Sapi pun merasakan aroma khas tanah yang dibasahai oleh air hujan.

Sudah lama tak mencium aroma khas dari tanah ketika turun hujan, hingga akhirnyapun Sapi bisa merasakannya. Ingin kulanjutkan perjalanan dikala itu, namun entah tiada daya dan upaya. Sapi pun tak sanggup untuk melanjutkannya, derasnya air hujan harus membuatku terdiam. Karena pada saat itu Sapi belum memiliki kemampuan dan kesiapan untuk membelah air hujan. Selama tiga puluh menit Sapi harus menunggu, dan semua mulai mereda. Hingga akhirnya kulanjutkan perjalananku menuju ke Bangkalan Kota.

Itulah kisa Sapi mengenai pengalaman pertama di bulan Oktober ini merasakan aroma khas dari tanah yang disirami oleh sejuknya air hujan. Sapi berpesan kepada sobat blogger yang lain, apabila bepergian. Hendaknyalah membawa jas hujan atau pelindung tubuh lainnya oke!

Iklan

Mengajari dan Menjaga si Kecil

Siang ini Sapi kedatangan salah satu ponakanku yang lucu, dia ke sini diantar oleh Mamanya. Sudah lama Sapi tidak bertemu dengan si kecil ini, mungkin sekitar satu bulan lebih. Dan beruntung Sapi bisa bercanda serta membahagiakannya mulai tadi.

Pas dia datang tadi, langsung menyuruhku untuk menyetel musik atau soundtrack dari game “Angry Birds“. Kesukaan si kecil memang musik dari Angry Birds. Sekarang aja dia masih disetelkan musik angry bird ya meskipun sedang tidur, karena saking ngefans dan sukanya dia ke Angry Birds. Akhirnya Ayahnya membelikan dia celengan berbentuk Angry Birds.

Seenggaknya dimulai dari apa yang dia suka terlebih dahulu untuk bisa mengajarkannya hal yang baik, salah satu contohnya adalah memberikannya celengan berbentuk Angry Birds. Si kecil sangat rajin menabung, setiap datang ke rumah pasti dia dibiasakan untuk menabung. Ya meskipun tidak banyak, hanya beberapa receh saja. Namun hal ini sangat bermanfaat bagi si kecil nantinya, aamiin.

image Baca lebih lanjut

Sapi Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha

Tak banyak kata yang bisa Sapi utarakan, yang sapi ingin sampaikan kepada teman-teman semuanya adalah “Bagi yang sudah mampu untuk Berkurban, silahkan berkurban. Janganlah di tunda-tunda, karena kematian datangnya bisa tiba-tiba.”

Selamat Hari Raya Idul Adha ya, semoga yang berkurban dan yang menerima daging kurban mendapatkan pahala dan manfaatnya. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamiin…

Sapi Madura mengucapkan Selamat Hari Raya Idul AdhaDo’akan sapi ya, semoga besok gak jadi dikurbankan! Soalnya daging sapi sudah berkurang gara-gata ikutan OCD. hahaha jadi gak cocok untuk dikurbankan. 😀

Kebohongan di Sosial Media

image
Sosial Media menjadi tempat strategis untuk promosi diri, mengenalkan diri, mencari teman, berjualan, dan terlebih juga bisa sebagai tempat untuk mencari pasangan. Berkembangnya sosial media berdampak besar bagi kehidupan sehari-hari, mulai dari bangun hingga tertidur lagi.

Apakah semua itu wajar? Ya mungkin untuk saat ini wajar-wajar saja ya, namun harus berhati-hati dalam berkutat di sosial media. Salah sedikit, maka akan bisa menjadi korban bullying. Selain itu banyak hal yang perlu diwaspadai, agar tidak terjebak ke permainan sosial media yang penuh kebohongan (dalam hal beberapa kasus di bawah ini).
Baca lebih lanjut

Pegang Galaxy Note II

Cerita ini bermula ketika membeli rujak di salah satu warga perumahan, pas sampai disana ternyata si ibu penjual rujak sudah siap dengan berbagai macam senjatanya. Mulai dari cowek ama ulekannya, pisau, dan juga piring plus sendok. Pada saat si ibu beraksi dengan senjatanya, tak sengaja melihat GALAXY Note II tergeletak sembarangan di kursi yang kutempati.

Alhasil kupegang tuh GalNote II di kedua tanganku. Namun pemirsah, rupanya si ibu penjual rujak sudah selesai membasmi semua timun, buah, dan cabe yang mengelilinya. Sebelum kulahap hasil jerih payah si ibu, mulailah merasakan sensasi dan nikmatnya rujak hasil karya sang maestro. Akan tetapi tak lupa ku foto terlebih dahulu. Seperti ini lah penampakannya:

image

Eh salah, untuk rujaknya lupa gak difoto. Melainkan fokus ama Galaxy Note II yang berwarna. Hahaha… Ternyata diriku kalah dengan anaknya si ibu penjual rujak yang sudah punya Galaxy Note II, sedangkan HPku ya masih bersenter.

Coba ya GalNote beneran, lah ini kepencet dikit langsung bunyi. Bunyinya mirip-mirip lagi, haduh kreatip bener dah yang bikin nih gejet. Hahaha 😀